Header Ads

Tak Terkendali atau Tak Peduli


Berikut ini, saya dengan sengaja membuat postingan tentang refleksi di momentum bulan Ramadhan. Ditulis oleh senior saya, Mas Yus. Saya berharap kawan-kawan membacanya secara rinci dan dapat merenunginya. Wabil khusus, buat siapa saja yang saat ini sedang duduk sebagai 'elit' penguasa Indonesia. semoga bermanfaat...

---

Menjelang hari-hari besar, harga beras, minyak goreng, gula, telur, tepung dan lain-lain terus bergejolak dan tidak pernah stabil. Kalau sudah begini berbagai operasi pasar digelar tak lupa aneka bazaar dihadirkan dimana-mana. Hasilnya adalah pemandangan memilukan, kerumunan orang mengantri dengan uang terbatas untuk membeli kebutuhan seadanya, namun ada juga yang bolak-balik menumpuk barang untuk kembali dijual dengan harga pasaran. Begitu terus berulang dari waktu ke waktu seakan semua pelaku operasi pasar dan bazaar tidak pernah belajar, bahwa apa yang mereka lakukan tidak sungguh-sungguh membuat keadaan lebih baik.

Benarkah ini konsekwensi dari pasar bebas?. Atau sebenarnya karena mesin pemerintah yang tidak berjalan sebagai mana mestinya. Membiarkan itu semua terjadi toh, rakyat sudah terbiasa dan menerima sebagai kewajaran. Memang mudah untuk berkilah, tapi rakyat yang mengalami ini atau para korban bukanlah mesin tanpa perasaan. Membiarkan kondisi ini terus berulang laksana menumpuk atau menanam bibit kekecewaan, keputusasaan dan rasa sendiri menghadapi penderitaan. Maka jangan heran bila suatu saat akan meletup menjadi peristiwa penjarahan atau pemerasan pada mereka yang nampak ‘berlebih’. Gejala kekecewaan social dan keputusasaan secara psikologis sebenarnya sudah nampak. Banyak tindakan, kejahatan dan perilaku aneh-aneh, dan hampir tidak bisa diterima oleh akal sehat terjadi dimana-mana. Ibu yang seharusnya sangat sayang kepada anak-anaknya tiba-tiba menjadi sangat sadis dan tega menghabisi anak-anaknya hanya karena tidak mampu lagi berbuat untuk kebaikan anak-anaknya itu. Orang tua membunuh anak, begitu sebaliknya. Kekerasan seksual, penyiksaan, penyekapan dan bunuh diri banyak terjadi dimana-mana saat ini.

Kematian puluhan orang karena bunuh diri, sangat kecil jika dibandingkan dengan penduduk Indonesia yang sedikitpun di benaknya tak pernah terlintas untuk bunuh diri. Tapi jumlah kecil bukan berarti masalah kecil. Ledakan akibat gas elpiji barangkali kecil sekali jumlahnya disbanding dengan tabung yang beredar di masyarakat dan tidak meledak. Tapi persoalannya bukan itu, bukan soal jumlah, melainkan seharusnya tabung yang beredar ke masyarakat harusnya dijamin tidak akan meledak. Pemerintah dan para pelaksana program pemerintah mestinya harus segera menghentikan kebiasaan apologi, dengan menganggap kelompok kritis sebagai membesar-besarkan masalah. Apologi seperti ini hanya semakin membuktikan bahwa kelompok orang-orang ‘diatas’ memang sudah benar-benar kehilangan sensitivitas dan kemampuan untuk turut merasa atas derita masyarakatnya.

Jadi di hari lebaran nanti, para pejabat negeri ini jangan sibuk melakukan ‘open house’ untuk menerima sembah sungkem dari para penjilatnya. Melainkan datanglah kepada rakyat dan minta maaf atas segenap kesalahan selama ini. Bukan maaf yang basa-basi lewat advertensi di media melainkan juga disertai jandi dan rencana untuk memperbaiki kondisi yang terus berulang dari tahun ke tahun. Berhentilah menciptakan slogan-slogan, berhentilah mengadakan aneka program yang hanya diawali dengan seremoni dan kemudian hanya berhenti di baliho, spanduk dan poster-poster. Stop berjalan kesana kemari dan pulang membawa rencana dadakan baru yang membuat kekacauan atas rencana sebelumnya.

Selamat menunaikan ibadah puasa wahai para pelaksana pemerintah, harapannya setelah usai menunaikan puasa sebulan penuh akan berbuah habitus baru. Kebiasaan baru, kebiasaan yang lebih mengedepankan rakyat dan bulan lagi perselingkuhan politik ekonomi dengan koorporasi atau kepentingan pendek dengan kelompok-kelompok masyarakat yang tak jelas naluri kerakyatannya.

(oleh Yustinus Sapto Hardjanto pada 27 Agustus 2010 jam 12:34)
Posting Komentar
Kirim Feedback
×
_

Kirim Feedback kepada Admin,... Terima kasih.

×
Judul