Header Ads

STOP BER HP


Hampir semua orang yang menggunakan handphone(HP), pernah berdusta. Entah ia sebagai pejabat hingga penjual tomat. Ulama, pendeta, mahasiswa, pekerja apapun latar belakang seseorang, jika ia menggunakan HP, pasti pernah berbicara sesuatu yang tak sesuai dengan kenyataan.

“Pak ustadz, dimana? Acara sebentar lagi akan dimulai”. Ungkap panitia pelaksana isra mi’raj kepada ustadz yang akan memberikan tausiah melalui HP. Karena merasa tidak enak, si ustadzpun berujar “Iya, udah di jalan. Tidak lama lagi nyampe kok”. Padahal, disaat yang bersamaan, si ustadz masih berada di rumah sembari berdandan. Si ustadz pun berbohong.
Dengan demikian, tidak ada satupun manusia dimuka bumi ini, luput dari kebohongan, apalagi ia pernah menggunakan HP. Termasuk seseorang yang tugas kesehariaannya menyampaikan wahyu Tuhan. Melarang berbohong, karena berbohong adalah ciri-ciri orang munafik yang dimurka oleh Tuhan. Namun, pada kenyataannya pembawa risalah ke-Tuhanan pun tak luput dari kebohongan. Seperti si ustadz.
Saat ini, saya memutuskan untuk tidak menggunakan HP lagi. Bukan karena ingin tidak berbohong. Tapi menghindari dari dentuman pengaruh negatif lainnya, yakni di teror untuk bayar tagihan (utang). Setiap telpon berdering, baik sms atau call, jantung berdebar-debar. Terasa ingin lari sekencang-kencangnya. Padahal bisa jadi telpon berbunyi membawa kabar gembira. Tapi, tetap saja, karakter terasa mati.
Akhirnya, keputusan untuk tidak ber-HP lagi, bulat. Yang terasa adalah kedamaian. Ketenangan, kenyamanan, kesejahteraan, dan keelokan hidup semakin terasa. Luput dari terorisme. Terhindar dari tagihan. Kepala tak lagi pusing. Dunia terasa milik sendiri…. Al hamdulillah. Seminim-minimnya, saya udah mengurangi perbuatan munafik. Walaupun tetap berdosa. wkwkwwk

Posting Komentar
Kirim Feedback
×
_

Kirim Feedback kepada Admin,... Terima kasih.

×
Judul