Header Ads

MAAF

(PESAN BUAT PEMKOT MANADO)

Maaf, merupakan permohonan kepada Tuhan atas

dosa-dosa yang pernah dilakukan manusia, baik

berkenaan dengan kewajiban antar sesama manusia

maupun kewajiban terhadap Tuhan. Terkadang,

seseorang dengan gampang mengamsusikan bahwa

maaf adalah “pembersihan/pe mutihan.” Dengan maaf,

Tuhan mengampuni semuanya. Sungguh, jika orang

bisa lolos dari hukum hanya dengan sepatah kata saja,

maka tertipulah orang yang segera memberi

penghargaan kepada penjahat yang sudah

mengucapkan patahan kata itu.



Maaf harus dimulai dengan penyesalan. Penyesalan

adalah pengakuan dosa dan permohonan kepada pihak

yang hak-haknya dilanggar. Kepada Tuhan, seseorang

ungkapkan penyesalan dengan merendahkan dirinya di

hadapan-Nya sambil menangis. Kepada sesama

manusia, setiap orang yang bersalah harus mengakui

terus terang segala kesalahan yang dilakukannya.

Permohonan maaf harus dengan sungguh-sungguh.

Untuk tahap ini saja, betapa sedikitnya orang yang

sanggup melakukannya. Namun, sebelum memohon

maaf, pelaku kesalahan harus melalui beberapa

tahapan.



Tahap yang paling berat untuk orang atau institusi yang

melakukan kesalahan adalah penyesalan dengan

meminta maaf. Pernahkah Anda mendengar

permohonan maaf dari orang- orang yang berkuasa,

betapapun banyak bukti terlihat jelas tentang kesalahan

mereka? Mungkin pernah, tapi biasanya penguasa

tersebut bukan di negeri ini. Konon, menurut berita di

media, di Jepang seorang Menteri Perhubungan

mengundurkan diri karena tidak berhasil menjaga

keselamatan penerbangan. Di luar negeri, sering kita

mendengar kaum elit segera memohon maaf melalui

media jika mendapat pemberitaan yang buruk.



Di negeri kita, POLRI segan meminta maaf bila oknum-

oknumnya melakukan kesalahan prosedur. Petugas

keamanan tak meminta maaf bila ia gagal menjaga

keamanan penduduk. Di Manado, Wali kota tak mau

minta maaf bila kebijakannya menyusahkan warganya.

Dan parahnya lagi PEMKOT tak boleh dituntut untuk

meminta maaf bila pemerintahannya telah

menyengsarakan rakyat. Kebijakan tidak

diperbolehkannya rakyat berdagang BBM eceran, yang

notabenenya melanggar hak konstitusional warga,

justru terus dipertahankan. Al hasil, Kaum elit di negeri

ini, jika mendapat pemberitaan buruk, bukannya

meminta maaf justru saling lempar dan mengkambing

hitamkan orang lain.



Tahap berat lainnya, orang yang sudah melanggar hak

orang lain harus mengembalikan hak yang

dilanggarnya. Yang sudah menjarah harta rakyat harus

mengembalikan lagi semua hasil jarahannya. Yang suka

membodohi rakyat dengan manipulasi informasi harus

memberikan informasi yang benar. Yang pernah

mengadu-domba harus mendamaikan lagi yang

bertengkar. Yang pernah memfitnah harus

merehabilitasi kehormatan orang yang terfitnah. Yang

pernah merugikan orang lain harus mengganti kerugian

itu.



Pada tahap selanjutnya, para pelaku kesalahan

memenuhi kewajiban yang pernah diabaikannya.

Petugas keamanan harus melindungi rakyat setelah

sekian lama mencengkram mereka dari ketakutan.

Pemerintah harus menggunakan kekayaan negara

untuk kemakmuran rakyat setelah sekian lama

menggunakannya untuk memakmurkan pejabat dan

keluarganya. Wali Kota Manado harus mencabut semua

kebijakan yang “mencekik” kehidupan warganya.

Pengusaha harus membagikan keuntungan perusahaan

kepada masyarakat dengan mensejahterakan mereka

setelah sekian lama menindasnya. Para perusak

lingkungan harus memperbaiki lingkungan setelah lama

menghancurkannya. Para pemerkosa harus mengganti

segala kerugian material dan nonmaterial yang diderita

korban.



Jika tahap-tahap di atas dilakukan, perut seseorang

yang kembung dari barang haram harus dikempiskan;

tubuh yang gemuk dengan hasil KKN harus dikuruskan.

Mulailah hidup dengan rejeki yang halal. Rasakan

susahnya menjalankan kewajiban Anda kepada Tuhan

dan sesama manusia setelah Anda merasakan kelezatan

melanggar kewajiban itu. Payahkan diri Anda untuk

berkhidmat kepada rakyat karena jabatan Anda setelah

Anda merasakan kesenangan memanfaatkan fasilitas

jabatan itu. Setelah tahapan ini Anda lalui, barulah

Anda mengucapkan kata maaf.
Posting Komentar
Kirim Feedback
×
_

Kirim Feedback kepada Admin,... Terima kasih.

×
Judul