Header Ads

MR. ADIL

Semalam bertemu dengan orang yang mengaku namanya Adil. Konon beliau adalah rajanya umat sedunia. Beliau dikenal sebagai pemimpin yang tangguh, bersahaja, dan berakhlak alkarimah. Dikesehariannya selalu berlaku baik dan mampu membantu segala kebutuhan umat. Karena aku punya hajatan untuk jadi presiden kelak, maka aku pun banyak bertanya tentang bagaimana menjadi pemimpin yang baik.

Tuan Adil, saya ingin belajar cara memerintah. Jika saya ingin agar penguasa dihormati dan rakyat hidup tenteram, tidak seperti Indonesia hari ini, apa yang harus saya lakukan?

Cintailah rakyat.

Bagaimana caranya mencintai rakyat?

Untungkan mereka, jangan rugikan mereka. Bantu mereka untuk berhasil, jangan kalahkan mereka. Beri mereka kehidupan, jangan bunuh mereka. Memberi, jangan merampas. Senangkan mereka, jangan membuat mereka menderita. Buat mereka bahagia. Jangan membangkitkan kemarahan mereka.

Bolehkah saya meminta Tuan menjelaskan lebih terperinci?

Jika rakyat tidak kehilangan pekerjaan mereka, kamu sudah menguntungkan mereka. Jika petani tidak kehilangan ladang pertanian mereka, kamu sudah membantu mereka. Jika kamu menurunkan harga BBM dan Sembako, kamu memberikan kehidupan. Jika kamu menetapkan pajak yang ringan, kamu memberikan anugerah kepada mereka. Jika kamu mengurangi jumlah mall, vila, dan gedung-gedung mewah, kamu menyenangkan mereka. Jika para pejabat bekerja jujur, tidak mengganggu dan menyusahkan rakyat kamu membuat mereka bahagia.

Tetapi jika rakyat kehilangan pekerjaan mereka, kamu merugikan mereka. Jika petani kehilangan tanah pertaniannya, kamu mengalahkan mereka. Jika kamu menaikkan harga BBM dan Sembako, kamu membunuh mereka. Jika kamu menetapkan pajak yang berat, kamu merampas mereka. Jika kamu membangun banyak mall, vila dan gedung-gedung mewah lainnya, sehingga menghabiskan kekuatan rakyat, kamu membuat kehidupan yang pahit bagi mereka. Jika para pejabat korup, mengganggu dan menyusahkan rakyat, kamu membuat mereka marah.

Jadi orang yang berhasil memerintah dengan baik, mengatur rakyatnya seperti orang tua mengatur anak-anak yang dicintainya, atau seperti kakak bertindak pada adik yang dicintainya. Ketika ia melihat mereka lapar dan kedinginan, ia ikut merasakan kesusahan mereka. Ketika ia melihat kepayahan dan derita mereka, ia berduka cita untuk mereka.

Apa jika telah melakukan hal itu saya tidak akan di demo?

Rakyat akan memberontak, demo dan turun ke jalan bukan karena kemiskinan, tetapi karena makin melebarnya kesenjangan antara apa yang mereka harapkan. Nah, kalau kamu bisa mengatasi hal itu, maka pemerintahan kamu lepas dari pemberontakan, jauh dari demo, dan terhindar dari aksi-aski yang memojokkanmu.
Posting Komentar
Kirim Feedback
×
_

Kirim Feedback kepada Admin,... Terima kasih.

×
Judul