Header Ads

SAMA-SAMA MENANG

Dunia ini benar-benar membingungkan. Oleh Ahmad Albar disebut sebagai panggung sandiwara. Semua punya peranan masing-masing. Ia berputar hampir tak berkesudahan. Kita, manusia, berlomba-lomba menjadi yang terbaik. Dunia menjadi arena kompertisi, yang berlaku hanya ”menang/kalah.” Setiap orang mengalahkan orang lain. Orang lain yang berbeda dengan kita, dianggap musuh. Misi kita adalah memperoleh keuntungan sebanyak-banyaknya, dengan menguras hasil kekayaan lawan. Kehidupan kita lihat sebagai pertarungan terus-menerus untuk menghasilkan orang yang paling kuat. Beginilah phitecan tropush electrush (maaf tulisannya keliru. Maknanyapun saya lupa).

Dalam politik, menang/kalah adalah sebuah pandangan hidup, yang memangsa siapa saja dengan cara apa saja untuk memenangkan diri sendiri. Dalam bisnis, menang/kalah ditampakkan dalam nafsu yang tak pernah terpuaskan untuk menguasai pasar, dengan membunuh para pesaing. Dalam kehidupan masyarakat, menang/kalah terlihat pada rakyat kecil jika ingin besar, harus melangkahi para elit atau penguasa (si kancil harus melangkahi tubuh buaya supaya bisa menyeberang ke tempat lain).

Dalam kehidupan beragama, menang/kalah adalah prinsip yang depegang teguh oleh orang yang merasa dirinya sebagai wakil-wakil Tuhan. Bagi mereka, jika ada umat atau sekelompok orang yang berpandangan tidak sama dengan mereka, maka kelompok itu dianggap sesat, dan mereka merasa terpanggil untuk menyelamatkan kelompok tersebut. Mereka memonopoli jalan menuju Tuhan. Mereka mengambil alih wilayah kerja Tuhan. Surga neraka adalah wilayah kaplingan mereka. Mereka menganggap perbedaan, keragaman dalam pemahaman agama sebagai bencana. Mereka akan memaksakan versi keberagamaan mereka, dan menghilangkan keragaman yang merupakan sebuah keniscayaan.

Begitulah prinsip menang/kalah.

Sekarang ini, kita harus merekonstruksi prinsip. Tidak lagi menang/kalah, tetapi “sama-sama menang.” Dalam prinsip “sama-sama menang,” yang terjadi adalah kasih sayang dan kesantunan. Hidup sebagai arena kerja sama. Semua pihak merasa enak dengan keputusan dan merasa terlibat dalam rencana kerja. Di dunia bisnis, setiap transaksi dimaksudkan sebagai upaya menyenangkan semua pihak. Dalam politik, setiap penggunaan kekuasaan ditujukan untuk menegakkan keadilan. Dalam kehidupan sosial dan keagamaan, semua orang dipandang sebagai mitra dalam perahu menuju Tuhan. Jika terjadi persaingan, maka persaingan tersebut harus saling memberikan kontribusi kebaikan, berlomba-lomba dalam kebajikan.

Begitulah prinsip win-win solution
Posting Komentar
Kirim Feedback
×
_

Kirim Feedback kepada Admin,... Terima kasih.

×
Judul