Header Ads

Tulisan Sontoloyo

Benar kebanyakan klaim orang. Khususnya mereka yang berprofesi sebagai penulis. Jarang membaca maka akan mengalami kesulitan mendeskripsikan tulisan. Semua penulis hebat, pasti karena hebat juga membacanya. Dan hal itu adalah proses yang tak terpisahkan. Anda ingin bisa menulis, anda harus membaca.

Saya, hampir sebulan tidak membaca. Tiba-tiba mau menulis. Buntu. Sulit merangkai kata bahkan kalimat. Seolah nalar sedang berkecamuk dengan ketidak-pastian. Entah akan mulai dari mana, semua mengalami kerancuan. Terasa sekali, ya, sangat terasa, betapa sulitnya saya mengawali tulisan di tengah kosongnya gagasan.

Akhirnya, bukannya menulis sesuatu yang bernilai ke ilmuan, justru artikel sampah inilah yang tersaji, yaitu tulisan keluhan atas tak kuasanya saya menulis dengan baik. Kalimat satu dengan yang lain amburadul. Tak jelas. Bahkan hanya membuang waktu saja jika ada yang membacanya.

Sepintas, saya terkenang dengan ungkapan sahabat dulu, “Salah satu cara menjadi penulis hebat adalah dengan menulis sesuatu yang tidak jelas, tidak berbobot bahkan yang berkesan sontoloyo”. Ungkapan ini menjadi inspirasi. Maka jadilah artikel ini. Meski sontoloyo dan lain sebagainya.

Ayo kawan. Sebisanya kita menulis. Jangan istirahat menulis. Tulislah apa yang bisa ditulis. Teruslah menulis kendati tulisan itu berbunyi, “Aku tidak bisa menulis, aku tidak tahu akan menulis apa, apa yang harus kutulis, tulisanku jelek, tulis, tulis, tulis.” Ya, dengan demikian, perlahan anda akan jadi penulis, walau dengan sebutan penulis sontoloyo.

Semoga artikel ini bermanfaat bagi kita semua. Saya berdoa, semoga Tuhan yang Maha Kuasa, memberikan kekuasaanNya untuk kita agar terus semangat dalam belajar menulis. Sampaikan salam saya untuk keluarga anda.

Oh, menulis. Seandainya kau bidadari, akan ku kecup bibirmu. Jika kau umpama es krim, akan ku jilat dirimu. Bahkan seandainya kau bantal, aku akan tidur bersama mu.
Posting Komentar
Kirim Feedback
×
_

Kirim Feedback kepada Admin,... Terima kasih.

×
Judul