Header Ads

Cerita Perjuangan

Ini adalah kisahku. Aku disebut sebagai pemuda cerdas, masih menjadi mahasiswa ilmu sosial. Aku ikut serta dalam perjuangan kaum pengusung demokrasi. Yaitu, sebuah komunitas yang menumbangkan kekuatan rezim otoriter dan menghilangkan hak istimewa kaum bangsawan. Aku melihat, pemerintahan semacam ini telah mangabaikan Kontitusi sama sekali, hingga Aku dan mereka yang peka atas keadaan sosial tersebut turun ke jalan. Kaum buruh, yang tak mengerti apa-apa tentang politik, juga ikut hanya untuk mencari nasib yang lebih baik. Dinasti Penguasa Otoriter tumbang. Anehnya, kelompok baru yang memerintah menjadi “bangsawan baru.” Mereka terdiri dari pemodal, yang hanya punya uang dengan macam-macam warna.

Bagiku pemerintahan baru hanyalah mengganti jubah. Di dalam jubah masih juga bercokol Sang Penindas. Aku kembali menggalang kesatuan di antara anak muda radikal. Aku masuk organisasi, Penakluk Penguasa Dzalim. Bersama 17 orang kawan, aku ditangkap. Ketika ditanya apa profesiku, aku menjawab, “Kaum Mustadz’afin!” Aku berkata, “Mustadz’afin adalah pekerjaan ratusan juta rakyat negeri ini, yang hidup dari hasil kerjanya tetapi tidak memiliki hak-hak politik.” Semua perusuh dibebaskan, kecuali AKu. Aku dianggap aktor intelektualis di balik berbagai kerusuhan. Aku dituduh mengganggu ketertiban dan menghasut orang miskin untuk memerangi orang kaya.

Orang-orang sepertiku selalu muncul dalam perubahan sosial dibangsa mana pun. Tetapi umumnya nama-nama kami hilang dari ingatan umat manusia. Yang menentukan apakah seorang masuk sejarah atau tidak bukanlah karakter, keberanian, atau kebenaran missinya, melainkan kemenangan. Karena itu, sejarah berubah-ubah, bergantung pada siapa yang menang ketika sejarah itu dikisahkan. Sejarah adalah kisah umat manusia yang sering lebih aneh dari dongeng.

Hari ini, ketika berbagai isu menghantam telinga umat manusia, ketika manusia bingung siapa dan apa yang benar, ketahuilah bahwa ada satu yang bisa dipastikan. Suara yang akan dipandang benar tentu saja suara pemenang. Cerita yang beredar luas pasti cerita dari orang-orang yang didukung dan tidak dihambat untuk membuat cerita itu. Yang kalah tidak dapat bercerita.

Kawan, anggaplah Aku dan kalian sebagai pemenang. Ikuti dan percayalah tentang ceritaku. Lihatlah ceritaku dengan kritis dan kembangkan versi yang menurutmu paling baik. Jika kalian melakukannya, maka kalian disebut sebagai ulul al-bab: Gembirakan hamba-hambaKu, yang mendengarkan semua pembicaraan, kemudian mengikuti yang paling baiknya. Mereka itulah yang mendapat petunjuk Allah dan mereka itulah ulul-albab (QS Az Zumar: 17-18)
Posting Komentar
Kirim Feedback
×
_

Kirim Feedback kepada Admin,... Terima kasih.

×
Judul