Header Ads

Kapan Presiden RI Orang Sulut ?

Beberapa tahun lalu, Jusuf Kalla, ketika itu menjabat sebagai wakil presiden pernah melontarkan pernyataan bahwa tidak selayaknya Presiden selalu dari orang Jawa.  Sebab, demi kemajuan bangsa, setiap kelompok di negeri yang heterogen seperti Indonesia ini, dapat dengan layak memberikan rasa keterwakilan untuk tampil memberikan kontribusinya.
Setiap kelompok berkesempatan untuk memberikan pelayanan dan kinerja terbaiknya untuk seluruh bangsa, termasuk di dalamnya yang berkaitan dengan urusan strukural pemerintahan yang bersifat nasional dan keindonesiaan. Sehingga itu, monopoli satu kelompok, etnis, agama tertentu pada wilayah akan menuai instabilitas. Pastinya, akan ada suara hati yang tak terwakilkan. Bahkan ada penjara yang mengerdilkan peran dari kelompok lain.
Kita semua sudah tahu, bahwa Presiden Republik Indonesia adalah milik semua rakyat. Bukan milik khusus golongan tertentu, bukan milik Jawa, seperti yang disinggung JK, juga bukan milik Bugis saja.
Jika salah memaknai, maka statement JK dapat memancing orang-orang di pedalaman Papua, Sulawesi, Kalimantan atau tanah-tanah yang kurang tersentuh pembangunan, akan menganggap bahwa mereka dipimpin kekaisaran Jawa dalam bentuk Republik. Jika demikian, ini tentu tidak sehat dan memicu terbukanya keran-keran instabilitas. Sebab, ini adalah Pernyataan politik yang sangat berani, dan memancing isu SARA dalam politik nasional.
Kendati demikian, pernyataan Jawaisasi JK, juga (seharusnya) menyindir orang Sulut. Bisakah tanah Sulut melahirkan sosok yang akan menjadi presiden RI. Memberikan segenap jiwa raga untuk kesejahteraan seluruh rakyat Indonesia, dan ketika ditanya, darimana asalnya, dia putra Sulut. Ini sebuah mimpi yang bisa menjadi nyata. Mimpi ini akan mendorong, memotivasi dan menginspirasikan putra terbaik kita untuk memiliki kekuatan SDM handal, kapabel, inovatif dan solutif terhadap permasalahan masyarakatnya.
Coba dicek lagi, kandidat yang mencuat untuk bursa calon RI 1 tahun 2014 nanti masih berputar-putar di situ-situ saja. Megawati, Prabowo Subianto, Jusuf Kalla, Aburizal Bakrie, Hamengkubuwono X, Ani Yudhoyono, Hatta Rajasa, Hidayat Nurwahid, Mahfud MD, Wiranto, Dahlan Iskan. Tidak ada satu pun nama putra Sulut. Bukankah pernyataan JK juga sindiran buat orang Sulut?
Amerika kini sudah tidak milik bule. Beberapa walikota di AS berkulit hitam, bahkan terutama Presiden AS hari ini. Indonesia milik kita semua, bukan milik golongan, etnis, suku tertentu. Maka selayaknya kebersamaan dan keadilan dalam berkontribusi terhadap bangsa dibuka dalam konteks demokrasi tanpa monopoli yang melahirkan kecemburuan sosial.
Maka mulai saat ini, pemerintah Sulut harus menyiapkan generasi terbaik kita. Mengambil peranan strategis seperti menjadi Presiden RI bukan soal gengsi, atau kepentingan yang sifatnya abstrak. Melainkan sebagai momentum untuk menjadikan Sulut sebagai tanah yang telah mencetak rekaman sejarah baru dalam menuliskan tinta emas bagi peran pembangunan untuk bangsa. Hanya itu. Terus, kapan Presiden RI orang Sulut?
Posting Komentar
Kirim Feedback
×
_

Kirim Feedback kepada Admin,... Terima kasih.

×
Judul