Header Ads

KERANGKA ACUAN; Pelatihan Mengelola Medsos Kebudayaan

KERANGKA ACUAN
Pelatihan Mengelola Medsos Kebudayaan
“Menuliskan Indonesia Dalam Bingkai Kebudayaan”
Pengurus Wilayah Lembaga Seni dan Budaya Muslimin Indonesia
Lesbumi NU Sulawesi Utara 2015

Manado, 12 September 2015
A. LATAR BELAKANG
Fenomena jurnalis online, nampaknya begitu menarik. Peminatnya terus tumbuh. Setelah sekian lama media “tradisional” menggurita, kini kehadiran dunia maya menjadi wadah alternative bagi para penulis berita untuk mengabarkan informasi. Segmennya pun beragam. Mulai dari berita kehidupan artis hingga kabar tentang keberadaan pengemis.

Bisa dibayangkan, setiap orang bisa menulis berita dengan bebas melalui media internet. Baik yang merupakan wartawan sungguhan dan mempunyai lembaga resmi, maupun hanya wartawan “dadakan” yang merupakan personality. Rasa tidak puas akan informasi yang diperoleh masyarakat lewat media cetak maupun elektronik berupa televisi, serta kemudahan disediakan fasilitas internet untuk mengakses segala informasi dan menulis berita lewat internet, menjadi bagian dari penyebab munculnya apa yang disebut jurnalisme online yang kedudukannya dapat menggeser atau mempengaruhi jurnalisme tradisional tersebut.

Pertanyaannya, apakah keberadaan para jurnalis online telah menyuguhi informasi berimbang? Faktanya, pemberitaan yang mengarah ke “gossip intelektual” lebih dominan. Bisa Kita lihat, masalah artis, ketenaran para politisi, pembahasan tentang para kaum elit, bahkan cerita tentang aib seseorang pun sangat familiar di dunia maya. Ironinya, semua ini menjadi begitu komersil. Para jurnalis diina-bobokan dengan hegemoni profit. Akhirnya, acapkali para penulis di media online terjebak pada maindset bisnis ketimbang idiologis. Inipun kita istilahkan sebagai Komoditas Media Sosial.

Sulawesi Utara kini telah kehadiran para jurnalis dan media online yang berorientasi seperti di atas. Begitu banyak media online yang mengabarkan tentang peristiwa politik. Lebih-lebih jika “musim” tahun politik berkunjung. Hampir seluruh wajah dan berita tentang para petarung di momen pilkada menghiasi media itu. Jika salah satu medsos tersebut berafiliasi secara politik terhadap salah satu pasangan kandidat, maka jangan heran kecenderungan muatan berita terkesan “memuji”nya dan “mencaci” yang lain. Alhasil, keadaan ini suka dan tidak, akhirnya turut berperan mencetak generasi jurnalis yang pragmatis dan bernalar profit oriented.

Situasi ini, menjadi refleksi kritis bagi Pengurus Wilayah Lembaga Seni Budaya Muslimin Indonesia (Lesbumii) NU Prop. Sulawesi Utara. Bagi kami, sudah saatnya semua elemen mengawali agenda pembentukan generasi jurnalis baru yang konsen orientasinya berada pada pemberitaan berbasis komunitas.

Jika Komoditas Media Sosial berorientasi pada profit, dan propaganda public, maka jurnalisme berbasis Komunitas Media Sosial bergerak untuk memperjuangan idiologi, visi-misi, dan agenda-agenda social. Dalam konteks Lesbumi, sebagai sebuah komunitas dengan perjuangan idiologinya, maka diharapkan akan tercipta jurnalis medsos yang mempublikasikan tentang gagasan kebudayaan. Indonesia ditulis dari perspektif yang berbeda dengan mainstream. Ekspresi penulisan berita benar-benar berkutat pada propaganda kritis dalam bingkai kebudayaan.

Berangkat dari hal tersebut di atas, kami selaku pengurus Lesbumi NU Sulut, akan memfasilitasi generasi hari ini untuk “belajar” menjadi penulis di media online yang memiliki semangat berkomunitas. Agenda ini akan diimplementasikan dengan digelarnya “Pelatihan Mengelola Medsos Kebudayaan” pada Minggu, 20 September 2015. Adapun rincian agendanya terdapat pada project proposal ini.

B. TUJUAN
Tujuan Umum
Memperkenalkan tentang dunia online serta melahirkan penulis yang aktif menyebarkan gagasan, praktik, dan pengalaman tentang kebhinekaan, kebudayaan dan perdamaian melalui tulisan di media online, dan media jejaring sosial.
Tujuan Khusus
1.        Membentuk generasi NU yang aktif menyebarkan gagasan, praktik, dan pengalaman tentang kebinekaan, toleransi dan perdamaian melalui tulisan di online, dan media jejaring sosial.
2.       Menumbuhkan dukungan warga NU mengembangkan upaya-upaya aktif menyebarkan gagasan, praktik, dan pengalaman tentang kebinekaan, toleransi dan perdamaian melalui tulisan di media online, dan media jejaring sosial.

C. HASIL YANG DIHARAPKAN
1.        Wawasan dan skill kepenulisan peserta berkembang
Wawasan dan kesadaran akan nilai-nilai kebinekaan, kebudayaan perdamaian, dan mendunia meningkat
Munculnya upaya-upaya aktif dari peserta untuk menyebarkan gagasan, praktik, dan pengalaman tentang kebinekaan, toleransi dan perdamaian melalui tulisan di media cetak, online, dan media jejaring sosial.
Adanya dukungan warga NU untuk memfasilitasi peserta mengembangkan upaya-upaya aktif menyebarkan gagasan, praktik, dan pengalaman tentang kebinekaan, kebudayaan dan perdamaian melalui tulisan di media online, dan media jejaring sosial.

D. KEGIATAN
Pelatihan Mengelola Medsos Kebudayaan: “Menuliskan Indonesia Dalam Bingkai Kebudayaan” di Gedung DPD RI Samping Kantor Walikota Manado, Minggu, pukul 08.00 wita-selesai.

E. MATERI
Materi pelatihan ini didesain dalam lima bagian :
  1. Pengembangan wawasan dan motivasi menulis. Materi ini ditargetkan untuk membangkitkan motivasi dan memperkuat wawasan peserta dalam dunia tulis menulis. Di sini peserta akan bertukar pengalaman dengan sejumlah praktisi.
  2. Pengembangan wawasan dan pembentukan karakter jurnalis NU yang kosmopolit. Materi berisi penguatan wawasan perspektif keagamaan yang moderat, terbuka, dan mendunia.
  3. Penguatan skil penulisan kreatif, berita dan kolom, dan penguasaan media jejaring sosial. Materi ini lebih bersifat praktis yang bertujuan meningkatkan skil mereka dalam menulis dan menyebarkannya melalui berbagai media
  4. Dikusi kelompok. Materi ini bertujuan untuk menggali kemampuan pribadi masing-masing peserta sekaligus meningkatkan jalinan emosional antarpeserta.
  5. Praktik. Materi berisi praktik terkait materi yang disampaikan. Berupa cara membuat Blog dan mengelolanya sebagai wadah menulis.
  6. Tindak Lanjut. Materi ini berisi diskusi dan perumusan tindak lanjut yang akan dilakukan pasca pelatihan.
F. PEMATERI
1. Taufik Bilfagih
2. Denni Pinontoan
3. Irvan Basri

G. FASILITATOR
Pelatihan akan difasilitasi oleh dua orang fasilitator yang berperan sebagai pemandu sekaligus dinamisator forum.
1.    Rusli Umar
2.    Rahman Mantu

H. TARGET PESERTA
PMII
IPNU
IPPNU
Lakpesdam
Jaringan Gusdurian

I. REKRUTMEN DAN PERSYARATAN PESERTA
Peserta kemudian diseleksi oleh panitia berdasarkan kriteria sebagai berikut:
1. Mengisi formulir kepesertaan
2. Berkomitmen menjalankan rencana tindak lanjut yang dipilih

J. PELAKSANA
Lesbumi NU Sulawesi Utara

K. PENUTUP
Demikian kerangka acuan ini kami buat.Atas partisipasi dan kerjasamanya kami
ucapkan banyak terimakasih.

 Wassalam
Taufik Bilfagih, S. Sos. I, MSi
Project Officer

RUNDOWN
“Pelatihan Mengelola Medsos Untuk Kebudayaan”
Minggu, 20 September 2015
Kantor DPD Sulawesi Utara


No
Waktu
Kegiatan
Pengampu
1
08.30-09.00
Registrasi Ulang Peserta
OC
2
09.00-09.30
Pembukaan
OC
3
09.15-09.45
Brainstorming
Co-Fasilitator
4
09.45-10.00
Cofee Break

5
10.00-12.00
Materi I: “Membaca” Indonesia Perspektif Kebudayaan
Irvan Basri
6
12.00-12.45
Ishoma
OC
7
12.45-14.45
Materi II: “Menulis” Indonesia Perspektif Kebudayaan
Denni Pinontoan
8
14.45-15.00
Cofee Break
OC
9
15.00-18.00
Materi III: Membaca dan Menulis Kritis dan Praktik Mengelola Medsos
Taufik Bilfagih



Organizing Committee:
Koordinator    : Amran Ibrahim, SHI
Acara               : Rahmat Bilfagih, SHI
                          Rahman Mantu, SHI, M.Hum
                          Rifandi Bandu, EMd
Konsumsi        : Haznam Amirullah
                          Arafa, SHI
Perlengkapan   : Wahyudin Zakaria

                          Avandi Entengo


==================================================
PERSAYARATAN PESERTA:
  1. Mengisi formulir pendaftaran (Klik Disini)
  2. Membawa Peralatan Pendukung, seperti Laptop dan Modem (Handphone untuk tathering)
  3. Bersedia mengikuti kegiatan hingga selesai
  4. Biaya administrasi Rp.10.000,
FASILITAS PESERTA:
  1. Staterkit
  2. Piagam
  3. Makan siang
  4. Akun Blogsite Pribadi.



Posting Komentar
Kirim Feedback
×
_

Kirim Feedback kepada Admin,... Terima kasih.

×
Judul