Header Ads

Fenomena NUGL (Nu lebih GaLak) dari TUHAN


Dalam banyak ayatnya Al Qur'an tampil dengan bahasa yang ambigu sehingga memungkinkan pembacanya berbeda pendapat dalam memahaminya.Bagi Tuhan, hal tersebut tentu saja bukan merupakan faktor kebetulan dan bukan pula tanpa tujuan.Salah satu hikmah diturunkannya ayat ayat seperti itu adalah memberikan kemudahan dan keleluasaan bagi ummat manusia untuk mengamalkan titah Allah SWT dalam keragaman tempat tinggal mereka, disamping adaptasi dengan perubahan masa.

Akan tetapi kita sekarang mendapatkan banyak manusia yang memaksakan diri "menjual" madzhabnya yang dibawa dari "sana" agar menjadi "konsumsi" bagi kaum muslimin di negeri yang telah memiliki anutan dalam beragama.Mereka uring uringan dan setiap detik menaburkan kata bid'ah, sesat, syirik atau jargon yang lainnya kepada yang menyalahi pendapat (guru guru) nya.Mereka terkadang terkesan sebagai pemegang otoritas tunggal penafsiran Al Qur'an, sehingga yang lain dianggap tidak berhak memahami firman Allah itu.Dampaknya fatal, semua mufassir yang menyalahinya dianggap sesat atau bahkan musrik serta kafir.inna lillahi wa inna ilaihi raji'un.
Nampaknya mereka sudah mulai menggeser hak preogratif Tuhan yang begitu "Toleran" terhadap perbedaan.Ungkapan "Aku lebih baik daripada dia (Al A'raf :12 dan Shad :76) meski tidak dilisankan nampaknya telah menguasai hati mereka.Yang belum dan mungkin tidak pernah mereka ucapkan hanyalah tinggal statement : "Aku adalah Tuhanmu Yang Maha Tinggi" (An Nazi'at:24) sebagaimana pernah dipraktekkan oleh musuh bebuyutan Nabi Musa AS itu.
Wallahu A'lam

★ Sepenggal sajak untuk NUGL ★
Jenengmu pancen NUGL
Klakuanmu Niru Ulah Gatho Loco
Nunut Upo Gak duwe Lembaga 
senengane
Nuntut Ulama Gak duwe Landasan
biasane ciri-cirine
Naliko Ucap Gobloke Luwih-luwih
kok kakean gaya arep 
Nunut Udud wae Golek Lelesan
opo maneh
Ngajine wae Uthal uthel Gayane sak Langit
arep
Nunut Ulama wae Gedhe Lambene
lawong
Nunut Urip wae Gak Legowo

:: Narasumber : Eko Ahmadi

Keterangan:
Asal tahu, Ki Gatholoco itu orang rendah bertampang jelek, kulit hitam, rambut kruwel-kruwel, tubuh pendek, jarang mandi. Tidak ada yg kenal dia. Tapi dgn menghujat ulama terkenal, terutama Kyayi Kasan Besari, pengasuh Pesantren Tegalsari, Ponorogo, Ki Gatholoco berharap bisa ikut masyhur dan ikut terkenal. Cara Gatholoco itu ditiru pembunuh John Lennon,yg beralasan ingin abadi bersama tokoh legendaris tsb. Nah, nah, munculnya NU GL tidak jauh dari motif itu. Siapa kenal dgn orang-2 yg ngamuk-2 menghujat ulama-2 terkenal di NU? (Agus SUnyoto)
Sumber https://www.facebook.com/LESBUMI.official/
Posting Komentar
Kirim Feedback
×
_

Kirim Feedback kepada Admin,... Terima kasih.

×
Judul