Header Ads

Walisongo dan Majapahit

Selain melakukan dakwah menyebarkan agama Islam dan mengajarkan nilai-nilai tauhid dan akhlak di tengah masyarakat, Walisongo juga mengembangkan berbagai warisan peradaban Majapahit yang telah ada sebelumnya, seperti matematika, astronomi dan sistem kalender atau penanggalan. Berbagai capaian dan kemajuan iptek kala itu dielaborasi dan disempurnakan, bukan dimusnahkan.
Salah satu pengetahuan yang dikembangkan tersebut diantaranya adalah sistem kalender. Sistem Kalender Jawa yang saat itu digunakan terbilang sudah sangat tua, yakni dibangun tahun 78 M. Kalender ini sekarang umurnya sudah 1948 tahun. Hal ini membuktikan tingginya peradaban yang telah dimiliki oleh bangsa-bangsa Nusantara sejak dahulu.
Terdapat dua jenis kalender yang saat itu digunakan. Pertama adalah Condrosengkolo, yang menggunakan siklus bulan. Dan yang kedua, Suryosengkolo, menggunakan siklus matahari. Di jaman Walisongo, sistem kalender tersebut tetap dipakai dan bahkan makin dikembangkan. Nama-nama Hindu mulai dimodifikasi menggunakan nama Islam. Misalnya:
Hari : (Radite dirubah menjadi Ngahad; Soma->Senen; Anggara->Selasa; Buda->Rebo; Respati->Kemis; Sukra->Jumuah; Sanaesara->Setu.
Semikian pula dengan nama bulan: Kasa->Suro; Karo->Sapar; Katiga->Mulud; Kapat->Bakdo mulud; Kalima->Jumadil awal, Kanem->Jumadil akhir, Kapitu->Rejeb, Kawolu->Ruwah; Kasanga->Poso; Kasadasa->Sawal; Dhesta->Selo; Sadha->Besar.
Satuan hari dalam seminggu. Satu minggu ada 7 hari dihitung dalam satu satuan wuku. Terdapat 30 wuku mulai Sinto sampai Watu Gunung. Siklusnya 210 hari. Hal ini dibuat untuk maksud hitungan menjadi lebih akurat.
Tahun juga diberi nama untuk menandai. Penamaan tersebut sudah dilakukan di jaman Walisongo, meskipun baru disahkan secara formal pada jaman Sultan Agung (Mataram 1613-1645).
Nama-nama tahun itu diantaranya Tahun Alip, Be, Je, Dal, Jimawal, Ehe, Jimakir, Wawu (ada 8 tahun). 8 tahun ini dihitung 1 satuan yang disebut Windu. Windu sendiri ada 4: Windu Adi, Windu Kuntoro, Windu Sancoyo, Windu Sangoro. Nah ada 4 tahap windu yang itu berarti 8x4=32. Jadi ada siklus 32 tahun dalam sistem kalender hasil penyempurnaan pada jaman Walisongo ini. Sebelum era Walisongo pembagian seperti ini belum ada.
Demikianlah Walisongo memberi atensi yang besar terhadap pengembangan iptek dan kebudayaan dan bukan terbatas hanya pada masalah-masalah syar'iyah saja.

Sumber: https://www.facebook.com/LESBUMI.official/
Posting Komentar
Kirim Feedback
×
_

Kirim Feedback kepada Admin,... Terima kasih.

×
Judul