Header Ads

Tumpeng, Sejarah Nusantara

Tradisi Selamatan dengan membuat tumpeng sebenarnya adalah warisan agama Kapitayan kuno yang diasimilasikan dengan ajaran Islam yang disebarkan oleh Walisongo. Dalam tradisi Hindu sendiri tidak dikenal istilah tumpeng ini.
Demikian juga dengan tradisi “Kenduren” atau “kenduri” (doa yang diikuti dengan makan bersama) tidak dikenal di jaman Majapahit, tidak ditemukan pula dalam bahasa kawi maupun Sansekerta. Istilah ini baru muncul di zaman Walisongo, yang diserap dari bahasa Persia "Kenduri", yakni peringatan untuk mengingat Fatimah Az-Zahrah sebagai leluhur para imam di sana. Ini merupakan pengaruh kebudayaan.
Hal yang sama juga terdapat pada tradisi peringatan 3 hari, 7 hari, 40 hari, 100 hari dst bagi kematian. Tradisi ini juga merupakan warisan Walisongo dengan pengaruh kebudayaan Persia, bukan Hindu. Di Hindu terdapat tradisi sendiri yang sama sekali berbeda, yakni upacara Shrada. Tapi peringatan Shrada dilakukan 12 tahun setelah kematian seseorang.




Sumber https://www.facebook.com/LESBUMI.official/?fref=ts
Posting Komentar
Kirim Feedback
×
_

Kirim Feedback kepada Admin,... Terima kasih.

×
Judul