Header Ads

Dialog FPN, Bilfagih dan Kandow Tawarkan Konsep Rekonsiliasi Basaan

MANADO – Berawal dari tindakan kriminalitas yang dilakukan sekelompok pemuda di Desa Basaan, Kabupaten Minahasa Tenggara (Mitra) Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) yang kemudian direspon beragam, bahkan sedikit menyerempat diarahkan ke isu SARA. Mengantasipasi agar tidak meluas dampaknya, Forum Peduli Nusantara (FPN) Sulut berinsiatif menggelar Dialog Publik yang melibatkan kaum muda Mitra dan mahasiswa, Rabu (20/4/2016) di Hotel Aston Manado.

Tampil sebagai narasumber, Taufik Bilfagih, Ketua Lesbumi NU Sulut dan juga putra Tumbak Mitra menyampaikan pentingnya beberapa hal diperhatikan publik dalam rangka menghindari konflik kencil yang berdampak komprehensif. Menurut Bilfaqih begitu pentingnya masyarakat menjaga kerukunan, masyarakat Basaan dimintanya agar tidak mudah terprovokasi dengan isu sesat yang tidak jelas kebenarannya.

”Semua lembaga negara harus berperan aktif melahirkan solusi atas konflik yang murni kriminal di Basaan Mitra ini. Janganlah masyarakat kita dibiarkan, ketahukan, tidak nyaman dengan situasi konflik kecil, yang akhirnya meluas kemudian ironisnya diarahkan ke isu-isu SARA. Kerukunan itu sangat mahal harganya, perlu kita hadirkan fasilitas pendidikan yang memadai dan optimal dalam mendidik masyarakat kita agar menghindari konflik, tidak main hakim sendiri, pemerintah daerah gagal mengelola keberagaman disana,” ujar Bilfagih yang mengingatkan pemerintah bertindak tegas.

Hal senada pun dipaparkan Jhon Kandow, SH aktivis muda Mitra, dan jurnalis senior ini menghimbau agar pemerintah memproteksi masyarakat Basaan, dan dapat menyelesaikan masalah Basaan secara keseluruhan. Jhon berharap agar media sosial juga tidak membesar-besarkan masalah yang ada di Basaan.

”Mari kita selesaikan permasalahan yang melibatkan warga Basaan, memang saya melihat kasus ini makin runyam karena tanggapan di media sosial yang terlalu over. Pembakaran rumah ibadah yang ‘dihebohkan’, dibesar-besarkan, dan ada kecenderungan pihak tertentu membakar emosi publik untuk kemudian saling membalas dendam. Disinilah kami minta pemerintah bertindak cepat, jangan didiamkan ini, warga Basaan butuh sarana olahraga agar menekan tindakan kriminalitas,” tutur Kandow.

Kegiatan ini dibuka langsung koordinator FPN Sulawesi Utara, Amas Mahmud, dihadiri puluhan aktivis mahasiswa yang dominannya dari warga Basaan dan Minahasa Tenggara. Untuk diketahui, dialog yang diselenggarakan FPN ini menggambil ”Mencari Solusi Permasalahan Konflik Sosial di Sulawesi Utara”, dan berhasil melahirkan beberapa rekomendasi dan catatan penting yang akan disampaikan pada pihak terkait, diantaranya:

1. Pelu ada sarana dan prasarana pendukung, yang mengembangkan potensi pemuda serta masyarakat mitra umumnya sehingga tidak terjebak dengan konflik yang tidak penting.
2. Pemerintah dan lembaga formal pemerintah seperti Departemen Agama dan Badan Kerja sama Antar Umat Beragama harus bekerja maksimal, melakukan koordinasi, dan tanggap menyelesaikan konflik.
3. Semua komponen masyarakat sudah seharusnya sadar pentingnya menjaga kebersamaan dan stabilitas keamanan.
4. Bila ada konflik harus diselesaikan akar-akar permasalahannya, sehingga tidak kemudian masyarakat yang dikorbankan.
5. Masyarakat pun dihimbau agar tidak secepatnya terprovokasi mendengar isu terkait SARA di media sosial.
6. Ketika terjadinya masalah, maka harus dilaporkan kepada pihak berwajib, jangan kemudian menghakimi
7. Buat lapangan bola kaki agar dimanfaatkan secara positif dari masyarakat.
8. Perlu adanya langkap praktis, pendekatan untuk menyelesaikan masalah ditengah masyarakat.
9. Kekerasan akan melahirkan kekerasan yang baru.
10. Stop melakukan kegiatan dakwah mengajak mengajak umat agama lainnya untuk menganut agama tertentu dengan cara ‘kekerasan’ atau membuat pemeluk agama lain terganggu.
11. Kami meminta agar ada kegiatan di Basaan.
12. Diusulkan agar FKUB diaktifkan kembali
13. Kita mendesak pihak terkait menyelesaikan persoalan yang terjadi di Basaan. (Iky Tukuboya)

Sumber: http://www.suluttoday.com/2016/04/20/dialog-fpn-bilfagih-dan-kandow-tawarkan-konsep-rekonsiliasi-basaan/
Posting Komentar
Kirim Feedback
×
_

Kirim Feedback kepada Admin,... Terima kasih.

×
Judul