Header Ads

Senandung Saptawikrama Di Hari Santri IPNU dan IPPNU Manado

Sedikitnya 1000 santri melakukan long march sepanjang jalan Ahmad Yani hingga pusat kota Manado, Sabtu (29/10). Kegiatan yang digelar oleh pengurus Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Kota Manado ini dilaksanakan dalam rangka memeriahkan hari Santri Nasional yang jatuh pada 22 Oktober 2016. Sementara peserta kegiatan berasal dari pesantren dan madrasah yang terdapat di Kota Manado.

Ridwan Eko Pujiyanto, selaku ketua panitia pelaksana mengatakan, bahwa pagelaran tersebut dimaksudkan untuk memperkuat semangat nasionalisme dikalangan santri dan pelajar Islam. “Agenda ini juga sebagai pembelajaran kepada santri dan pelajar Islam di Manado tentang sejarah perjuangan santri dan NU dalam menjaga Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dari serbuan penjajah.” imbuhnya. 

“Maksud dari long march, yang di awali dari Masjid Raya Ahmad Yani Kota Manado, sekaligus mengkampanyekan tentang santri dan Pelajar NU yang dengan tegas ikut menyatakan sikap sebagai sebuah bangsa kuat. Masyarakat Manado harus tahu, bahwa NU mulai dari santri benar-benar menjaga Indonesia.” Eko menambahkan.

Kegiatan ini diakhiri dengan pentas kebudayaan. Rahmat Bilfagih, Koord. Divisi Seni Religi, Tradisi, dan Pementasan Lesbumi PWNU Sulut, turut meramaikan pementasan dengan membawakan senandung Saptawikrama. “Dengarlah wahai manusia, Suara Nahdatul Ulama menggema syahdu di Nusantara …” petikan syair yang dibawakan Rahmat.

Rahmat Bilfagih beserta peserta kegiatan
“Senandung Saptawikrama merupakan gabungan lagu dan puisi karya Lesbumi PBNU. Pada momen hari santri ini, semua umat harus tahu betapa NU punya kontribusi besar dalam menjaga Indonesia dalam bingkai kebudayaan sebagai identitas bangsa.” Rahmat menyimpulkan.





Posting Komentar
Kirim Feedback
×
_

Kirim Feedback kepada Admin,... Terima kasih.

×
Judul