Header Ads

Undangan Lesbumi NU Sulut; Diskusi Novel



Seri Diskusi Novel

Calabai; Perempuan dalam tubuh lelaki....
Disekeliling kita, hampir tidak bisa disangkal keberadaan seorang pria gemulai. Masyarakat umum menyapa mereka sebagai Waria. Bahkan mungkin disetiap daerah punya sapaan lainnya.
Di Bugis, mereka disebut Calabai. Yakni sebutan bagi laki-laki yang memiliki tabiat menyerupai perempuan.

Menariknya, masih di Bugis, ada segelintir Calabai yang menjadi Bissu. Mereka adalah ahli waris adat dan tradisi luhur suku Bugis yang diyakini sebagai penghubung antara alam manusia dan alam dewata. 

Bissu merupakan pemuka spritual yang telah melampaui sifat laki-laki dan perempuan di dalam dirinya. Mereka adalah para pengemban tugas sebagai penjaga keseimbangan alam.

Lepas dari Apa dan Bagaimana pergerakan Bissu, masyarakat luas masih belum "tentram" dengan mereka. Lebih-lebih mereka para Calabai (Waria) yang tidak berurusan dengan aktivitas seperti Bissu (Budaya, Agama dan Ritual), sering mendapat tindakan diskriminasi.

------

Untuk membahas keberadaan Bissu, yang dipandang dalam perspektif budaya masyarakat Bugis, serta menelisik posisi Calabai di tengah kehidupan sosial, Lembaga Seni dan Budaya Muslimin Indonesia (Lesbumi) PWNU Sulut, menggelar Diskusi Novel Calabai; Perempuan Dalam Tubuh Lelaki. Karya Sahabat Saprillah Syahrir Al-Bayqunie (Peppy)

Kegiatan tersebut dilaksanakan pada:
Jum'at, 08 Sep 2017. Pukul 19.30 Wita di Markas Kebudayaan Lesbumi NU Sulut, Jl. Cendrawasih Ling. II Samping Gereja Kompleks Masjid Al Gufran, Kel. Malendeng Kec. PaalDua Kota Manado.

Pematik Diskusi langsung bersama Penulis Novel tersebut.
Moderator; Mardiansyah Usman, S. Pd. I

Silahkan hadir...
Turut Mengundang;

Taufik Bilfagih (Ketua PW Lesbumi NU Sulut)
Posting Komentar
Kirim Feedback
×
_

Kirim Feedback kepada Admin,... Terima kasih.

×
Judul