Header Ads

Catatan buku "Fatwa dan Resolusi Jihad"



Sebagai arek Surabaya yg jadi wartawan sejak 1985-an, kisah heroik pertempuran arek-2 Surabaya melawan lnggris dgn pasukan Gurkhanya sudah hafal di luar kepala meski belum dapat merekonstruksi peristiwa sejarahnya secara utuh. Berbagai buku dan dokumen yg sudah saya baca, belum membentuk gambaran utuh tentang sejarah Perang Surabaya 10 November 1945 kecuali sebaran data tentang peranan para kyai dan santri pesantren yg diabaikan. 

Saat menulis artikel di harian Surabaya Post pada 9 November 1989 dgn judul "Pertempuran 10 November 1945", saya menyinggung peranan Hisbullah tapi belum Resolusi Jihad karena belum dapat data yg valid.

Akhir November 1990 - - setelah usai peringatan Hari Pahlawan ke-45 -- saya ketemu GD yg marah karena selain ada manipulasi sejarah juga penghinaan terhadap NU. Itu untuk kali pertama saya tahu ada Resolusi Jihad NU, yg saya dalami dan mendapatinya sebagai Fakta Sejarah yg disembunyikan. Bayangkan, semua saksi dan pelaku sejarah berlagak pilon seolah tidak tahu ada peristiwa bersejarah yg menyulut Perang Empat Hari pada 26 -27 -28 -29 Oktober 1945.

Alhamdulillah, Benedict Anderson dalam bukunya justru mengulas Resolusi Jihad dgn data dari kantor berita Antara 25 Oktober 1945, Kedaulatan Rakyat 27 Oktober 1945, Berita Masyarakat 27 Oktober 1946. Ben Anderson orang Amerika, tidak punya pamrih untuk mempahlawankan diri sendiri, sehingga pandangannya dapat dipercaya.

Tahun 1989-1990 saya bersama Maksum dan Zainuddin keliling hingga ke Jakarta dan puncak Cipanas, Bandung, Madiun, Magetan untuk mewawancara jenderal-2 yg terlibat penumpasan Madiun Affair 1948, yg sebagian terlibat aktif dalam Pertempuran Surabaya 10 November 1945. 

Antara 1990 - 1995, saya keliling mewawancarai tokoh militer mantan PETA yg dipelihara Orba untuk sekedar mendapat data tentang siapa saja komandan batalion PETA saat dibentuk 1943 hingga pembentukan TKR 5 Oktober 1945. Hasilnya nihil. Mereka berlagak pilon tidak ingat satu pun danyon PETA yg ada 69 orang itu.

Tahun 1996 saya dapat data nama-2 dari 69 orang danyon PETA, yg 66 orang beragama lslam dan 20 orang di antaranya bergelar Kyai. Bahkan koran ASIA RAYA, 22 Januari 1944 memberitakan banyaknya kyai di dalam kesatuan tentara sukarela PETA.

Meski sudah cukup data, belum ada niat untuk menulis rekonstruksi sejarah Perang Surabaya 10 November 1945. Niat itu spontan muncul usai saya menghadiri undangan di Cafe Joglo Pateya di Kemang Utara pada 17 & 20 Oktober 2015, yaitu saat Yudi Syamhudi, Wali Negara dari Negara Rakyat Nusantara (NRN) mengemukakan rencana pembubaran NKRl demi tegaknya NRN. Wah, ini sudah tidak main-main apalagi guyon. Ini serius. Tapi tanpa terduga, tgl 22 Oktober 2015, Presiden Jokowi menetapkan Hari Santri, yg disambut pesantren-2 dengan seruan - NKRl Harga Mati!

Tgl 29 Oktober 2015 saat ketemu Kyai Said di bandara Juanda, saya lapor kejadian tgl 17 & 20 Oktober 2017 di Joglo Pateya. Beliau terkejut dan langsung komentar, "Itu tindakan makar". 

Itulah momentum awal saya mulai menyusun rekonstruksi sejarah pertempuran Surabaya 10 November 1945, yg saya beri judul Fatws & Resolusi Jihad - Sejarah Perang Rakyat Semesta dalam Pertempuran di Surabaya 10 November 1945, yg penerbitannya molor sampai pertengahan 2017.

Untuk mewujudkan karya monumental butuh segala daya dan upaya serta harapan dari perkenan Allah. Halangan, hambatan, rintangan, dan tantangan terus menghadang mulai sulitnya dana, sempitnya waktu, rusaknya CPU, tumpukan dokumen yg ketlisut tidak ketemu, sampai digunakannya teknik sepanyol utk dapat data dokumenter. Bahkan, tiga kali menyekolahkan BPKB motor Supra 2003 & 2005 ke Koperasi BPR. Artinya, tidak hal baik yg diperoleh dgn gampang dan malas-malasan.

Semoga karya yg beratnya cukup menyesakkan dada ini berguna manfaat untuk meluruskan sejarah yg sudah dibelokkan puluhan tahun untuk kepentingan golongan-2 tertentu demi kekuasaan. Semoga arwah para pejuang yg diabaikan dan dilupakan, akan diingat dan beroleh kiriman doa dari generasi penerus yg akan selalu mendoakan mereka sebagai Pahalawan Bangsa dan Negara lndonesia. Alfatihah.

oleh KH Agus Sunyoto II 
Posting Komentar
Kirim Feedback
×
_

Kirim Feedback kepada Admin,... Terima kasih.

×
Judul