Header Ads

Sam Ratulangi, Sosok Kristen yang Mampu Kelola Keberagaman


Minahasa, lesbumi-nu.net
Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PC PMII) Minahasa menggelar Dialog Kebangsaan di Aula Asrama Kamasan Papua Tataaran Patar Tondano, Jumat, (1/11).

Dialog Kebangsaan bertema Refleksi Pemikiran Sam Ratulangi dalam Perspektif Kebangsaan menghadirkan pembicara Denni Pinontoan, sejarawan Minahasa;  dan Taufik Bilfaqih, Ketua Lesbumi NU Sulut. 

Deni menjelaskan,Sam Ratulangi sebagai intelektual yang beragama Kristen, tetapi dalam pandangan politik ia sekuler.

Sekitar 18 tahun sebelum Indonesia merdeka Sam Ratulangi sudah berbicara tentang suatu negara yang demokratis yang mengakui hak-hak warga negara yang beragam identitas.

"Sam Ratulangi mugkin dapat kita simpulkan sebagai seoarang yang sangat Minahasa. (Ia) beragama Kristen, tetapi ia di era post modern ini adalah salah satu pahlawan yang bisa mengelola keberagaman di Indonesia, terutama di Minahasa," tegas Deni

Sementara itu Taufik menjelaskan bahwa secara struktural tidak ada hubungan antara Sam Ratulangi dengan PMII, tetapi dalam konteks pemikiran, arah gerak serta kebijakan hidup, PMII layak menjadikan Sam Ratulangi  inspirasi. 

Taufik berpesan kepada generasi muda PMII Minahasa bahwa masyarakat non muslim dunia, khususnya Minahasa, menaruh harapan besar bagi bibit muda NU-PMII untuk menjaga Negara Kesatuan Republik Indonesia.

"Melalui NU-PMII mereka percayakan untuk tetap Istiqamah menegakan ideologi Pancasila dari kelompok intoleran yang kini merusak tatanan kehidupan di tanah air," tegas Taufik.

Turut hadir hadir dalam acara ini yakni organisasi kepemudaan, organisasi Cipayung maupun organisasi paguyuban yang ada di Minahasa Sulawesi Utara.

Dialog Kebangsaan merupakan salah satu rangkaian dalam Konferensi Cabang (Konfercab) VIII, yang akan berlangsung hingga Ahad 12 November 2017.

Ketua Umum PMII Minahasa Hisbulah Albarjanji menceritakan secara singkat peristiwa Perang 10 November 1945 di Surabaya.   

"Hari ini adalah hari bersejarah bagi PMII, Konfercab PMII bertepatan dengan momentum Hari Pahlawan. Karena itu saya berharap dengan dialog ini dapat menambah semangat untuk mebentuk pemikiran kritis PMII  seperti para pahlawan-pahlawan terdahulu.

Saba, mewakili Mabincab menyampaikan saran kepada pengurus baru nanti, agar tetap menjaga silaturahmi dengan sahabat-sahabat PMII. (Sidra/Kendi Setiawan)

sumber; NUonline
Posting Komentar
Kirim Feedback
×
_

Kirim Feedback kepada Admin,... Terima kasih.

×
Judul