Header Ads

Gusdur Guru Bangsa; Sebuah Lagu Oleh Sastro Adji (Lesbumi PBNU)

Berikut ini adalah Senandung untuk Gusdur... Sebuah lagu yang dinyanyikan oleh Sastro Adji (Lesbumi PBNU) Silahkan simak;

 
Lagu ini dipersembahkan untuk Guru kita semua KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur). meskipun sederhana dan jauh dari sempurna, aku hanya ingin mengatakan "Kulo Rindu kalian Njenengan Kyai" Beliau tetap hidup dan terpatri di dalam semangat perjuangan kita, menjadi penerus bangsa. Lirik dan syair lagu ini terangkum sangatlah sederhana seperti beliau dalam kehidupannya, dekat dengan semua sisi kehidupan masyarakat kita, selalu hadir diantara yang lemah, kemanusiaan, keadilan, keberagaman, seperti sudah lekat dengan pribadi beliau. Aransemen lagu ini dibuat menjadi dinamis dan rancak, mulai dari sebuah kesederhanaan petikan gitar, hingga beranjak menjadi ensemble perpaduan perkusi tradisional indonesia, erhu china, bonang, gamelan, rampak gendang,sitar, hingga loop modern menjadi satu komposisi, notasi pentatonik khas indonesia menjadi insert didalamnya. sebagai bentuk penggambaran bahwa Indonesia yang beragam dan penuh dengan dinamika menjadi sudut pandang konsen pemikiran beliau hingga akhir hayat dan estafet pemikiran beliau hingga saat ini dan nanti.

Memahami Gus Dur?

Memahami Pemikirannya butuh kedalaman berfikir. pandangan yang luas dan kebesaran hati. Beliau memiliki pandangan jauh kedepan bukan untuknya tetapi untuk bangsa dan negara ini, Tuhan memberikan kecerdasan yang luar biasa kepadanya, untuk bermanfaat bagi semua. dan itu terbukti. Jangankan semasa hidupnya, bahkan setelah wafat, beliau tetap memberikan manfaat kepada orang lain. bagiku yang awwam untuk memahami sosok beliau dengan cara sederhana melihat begitu bermanfaatnya untuk orang lain, bahkan hingga saat ini pun doa doa beliau dan pemikiran beliau sangat deras mengalir. dan itu bisa kita lihat nyata saat ini dan terbukti.
Andai kata boleh mengatakan " boleh jika ada yang berbeda dengan beliau, boleh jika ada yang tidak setuju dengan beliau, dan jika memang itu sebuah kebenaran maka yakinilah dengan sungguh sungguh, tetapi lihatlah sejenak, hingga saat ini setelah beliau tiada, kita senantiasa merindukannya, pusaranya tidak pernah sepi dari ummat, selalu membawa manfaat baik moral maupun spiritual, dan itu nyata, Maka jika sekali lagi boleh mengatakan "Apakah nantinya setelah kita mati akan seperti beliau tetap bermanfaat bagi orang lain? semesta selalu punya cara tersendiri untuk menunjukkan kebenaran. Sejarah akan mencatat baik apa yang telah ia berikan kepada sesamanya, kepada Agama, Bangsa dan Negara.

Jakarta, Lt 7 Kramat 164, 22 Desember 2017
Posting Komentar
Kirim Feedback
×
_

Kirim Feedback kepada Admin,... Terima kasih.

×
Judul