Header Ads

Malam Pergantian Tahun di Bitung, Ketua Lesbumi Pimpin Dzikir dan Tablig


lesbumi-nu.net | "Aku pandangi jasad ibuku, yang telah dingin terbujur kaku. Hancur dan luluh rasa hatiku, jatuh berderai air mataku. Belum lagi aku membalas, budi jasamu oh wahai ibu. Kau telah pergi tuk selamanya, menghadap Allah Yang Maha Esa." 

Penggalan syair lagu di atas dibawakan Taufik Bilfagih, Ketua Lesbumi NU Sulut ketika memberikan tausiah kebudayaan pada malam pergantian akhir tahun di Girian, Bitung. Lagu ini disambut tangisan dari ratusan jama'ah yang hadir. "Ya Allah, tahun-tahun sebelumnya, kami gagal menjadi anak yang berbakti kepada orang tua. Tiba masanya mereka telah Engkau panggil, sementara kami belum sempat memohon maaf, sungguh ini sangat menyesalkan. Kepada-Mu kami berserah Ya Rab". lanjut Taufik dalam do'anya. Kegiatan ini diselenggarakan oleh Pemuda Remaja Masjid Jami' Annur bekerja sama dengan Komda Al Khairat Bitung sebagai momen refleksi bagi seluruh umat Islam dalam menyambut tahun 2018, Minggu (31/12).

Sebelum menyanyikan lagu tersebut, Ketua Lesbumi yang didaulat membawakan tablig dan dzikir itu memaparkan tentang fakta kehidupan sosial masyarakat sepanjang tahun 2017. "Ada realitas masyarakat kita sepanjang tahun ini yang terjebak pada konflik-konflik kelompok. Antara majelis taklim satu dengan yang lainnya tidak sehat. Perbedaan-perbedaan di tengah keragaman umat tidak mampu dikelola dengan baik. Akhirnya, kita sering berprasangka yang berujung konflik. Tahun depan, harus kita jaga kebersamaan ini." Ujarnya.

Menurut Taufik, umat beragama di Indonesia seyogyanya mampu memposisikan diri sebagai warga negara yang baik. Cinta terhadap agama harus dibarengi dengan penghormatan setinggi-tingginya kepada republik ini. "Umat Islam yang baik, adalah mereka yang mencintai Negerinya." Tandasnya. (Adm)


Posting Komentar
Kirim Feedback
×
_

Kirim Feedback kepada Admin,... Terima kasih.

×
Judul