Header Ads

Tahun Politik; Ketua Lesbumi, Masih Adakah Media Yang Independen?


Foto Bersama Panitia, Peserta Dialog AJI, bersama Sekjend AJI Revolusi Riza dan Komisioner Bawaslu Kenly Puloan.
lesbumi-nu.net | Konferensi Kota (Konferta) ke-VII Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Kota Manado, Sabtu (3/2/2018) di Hotel Gran Puri Manado, Sulawesi Utara. Sebelum Konferta digelar, AJI Manado melaksanakan dialog publik dengan tema Media Dan Jurnalis Menghadapi Tahun Politik, ditempat yang sama.

Dialog publik terbuka untuk jurnalis dan umum dengan menghadirkan KPU Provinsi Sulut, Bawaslu Sulut dan Akademisi serta AJI Indonesia.

Kenly Poluan sebagai pemateri yang pertama menyampaikan bahwa bagi Bawaslu fokus utama dalam pilkada saat ini yakni mewaspadai kecurangan politik uang dan provokasi terhadap SARA, yang terus dilaksanakan dari tahap pencalonan hingga masa kampanye.

“Masalah lain yang terjadi dalam pilkada ialah memfokuskan terhadap permasalahan netralitas Aparatur Sipil Negara, Kepala Desa maupun Aparat Pemerintahan Desa. Saat ini Bawaslu mencanangkan Program Pengawasan Kunjungan Rumah untuk meningkatkan pengawasan untuk menghindari kecurangan politik yang dilakukan dari rumah ke rumah. Biasanya, parpol yang sering melakukan hal tersebut dilaksanakan untuk menyampaikan visi misi ataupun melakukan intimidasi dan politik uang terhadap masyarakat” tambahnya.

Lain halnya dengan Sekjend AJI Indonesia Revolusi Riza yang menyatakan bahwa anggota AJI harus mendukung kode perilaku AJI dalam menjaga independen sesuai pasal 3 yakni tidak tergabung dalam tim sukses maupun tim pencalonan sehingga tidak dianggap netral dan bias oleh publik maka dari itu AJI harus independen.

“AJI juga memperjuangkan kebebasan berpendapat melalui media sosial, namun disisi lain media sosial ini sebagai ruang propaganda dan kampanye sehingga seperti dalam kode perilaku pasal 15 menjelaskan bahwa anggota AJI memegang prinsip AJI dalam menggunakan media sosial sehingga jurnalis lebih profesional dan tidak terlibat politik praktis.” pungkasnya.

Sementara itu, Taufik Bilfaqih (Ketua Lesbumi NU Sulut), ikut memberikan tanggapan terkait posisi media dan jurnalis dalam gerakan politik. Menurut dosen IAIN Manado ini, sulit sekali menemukan adanya media yang tidak berafiliasi dengan kaum kapitalis dan elit politik. Hal ini tetap saja membuat independensi jurnalis menjadi tantangan.

"Coba kita perhatikan, jarang sekali kita menemukan media yang independen. Hampir semua memiliki afiliasi politik. Sehingga itu, tak heran, ada media yang kritis terhadap pemerintah ada juga yang terkesan memberikan informasi positif tentang penguasa. Tergantung media tersebut berteman atau tidak. Masih adakah media yang independen? Nah, tentunya kita berharap penuh dengan AJI yang memiliki orientasi gerakan jurnalis secara ideologis." Papar Taufik. (adm)


Posting Komentar
Kirim Feedback
×
_

Kirim Feedback kepada Admin,... Terima kasih.

×
Judul